Pesona Gunung Semeru Jawa Timur

, , Comments Off on Pesona Gunung Semeru Jawa Timur

Gunung Semeru adalah salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa. Dengan puncaknya Mahameru berada di ketinggian 3.676 meter diatas permukaan laut (mdpl). Gunung Semeru adalah gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia (setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat). Gunung Semeru terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Kawah Puncak Semeru dinamakan Jonggring Saloka.

Diperlukan waktu 4 hari untuk pulang pergi saat mendaki Gunung Semeru. Bisa ditempuh melalui Malang dan Lumajang. Menggunakan kendaraan angkutan umum dari kota Malang atau langsung menggunakan jeep menuju Gubugklakah untuk pembelian tiket. Jika menggunakan angkutan umum, berhenti dulu di Tumpang. Lalu ganti menggunakan jeep atau truk sayur menuju Ranu Pane (desa terakhir di kaki Gunung Semeru). Di Ranu Pane terdapat pos pemeriksaan, warung, dan penginapan. Selain itu juga bisa berkemah (camping). Terdapat dua danau yaitu Ranu Pane dan Ranu Regulo.

Jalur Pendakian Semeru

Setelah tiba di Gapura Selamat Datang, terdapat 2 jalur untuk dilewati. Yang pertama yaitu jalur yang biasa dilewati para pendaki. Yang kedua yaitu jalur yang digunakan oleh pendaki lokal, tapi jalurnya curam. Jalur awal cukup landai, kita melewati padang rumput dan ilalang.  Setelah berjalan sejauh kurang lebih 5 kilometer, akan menyusuri bukit yang banyak di tumbuhi bunga edelweis. Lalu akan sampai di Watu Rejeng (batu terjal yang sangat indah). Pemandangan indah  ke arah lembah dan bukit. Sejauh mata memandang hanya bisa melihat Pohon Cemara dan Pohon Pinus.

Setelah itu menuju ke Ranu Kumbolo (jaraknya kurang lebih 4,5 kilometer dari Watu Rejeng). Di Ranu Kumbolo, para pendaki bisa mendirikan tenda. Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2.400 meter diatas permukaan laut (mdpl). Pemandangan disini sangat indah. Terdapat danau dengan air yang sangat jernih. Pemandangan tak kalah indah saat menyaksikan matahari terbit. Mentari akan muncul diantara 2 bukit dan menyinari permukaan danau.  Jika beruntung di Ranu Kumbolo bisa melihat belibis liar.

Saat di Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan persediaan air yang cukup untuk perjalanan selanjutnya. Perjalanan akan melewati bukit terjal dengan pemandangan yang sangat indah dengan latar belakang danau. Atau biasa disebut dengan Bukit Cinta. Setelah itu akan tiba di oro-oro ombo yaitu padang rumput yang sangat luas. Di sekililing lereng gunung juga terdapat pohon pinus yang menambah indah pemandangan. Selanjutnya akan memasuki hutan, jika beruntung kita akan melihat kijang dan burung liar. Hutan ini dinamakan Cemoro Kandang.

Lalu berhenti di Pos Kalimati, disini terdapat sumber mata air yang disebut Sumber Mani. Selanjutnya akan menuju ke Arcopodo. Biasanya para pendaki akan menginap di Arcopodo. Tapi kondisi tanah di Arcopodo tanahnya kurang stabil sehingga sering terjadi longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak debu yang berterbangan. Arcopodo adalah vegetasi terakhir di Gunung Semeru. Karena selanjtunya akan melalui medan berpasir.

Dari Arcopodo menuju Puncak Semeru memerlukan waktu 3-4 jam perjalanan. Melewati bukit pasir yang curam dan sangat licin sehingga mudah terperosot. Menuju puncak sebaiknya tidak membawa barang-barang. Barang-barang ditinggal di Arcopodo. Waktu yang tepat menuju puncak adalah pukul 2 dini hari. Karena kalau terlalu siang, akan membahanyakan. Angin yang berhembus membawa gas beracun dari Jonggring Saloka.

Waktu yang tepat untuk mendaki adalah saat musim kemarau. Yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Dihindari pendakian musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.